Buku Gorontalo An Annotated Bibliography Sebagai Sumber Belajar Budaya Gorontalo

Oleh: Nurfadliah . 29 Desember 2021 . 19:04:39

PGSD.UNG - Buku berjudul Gorontalo An Annotated Bibliography yang baru saja diterbitkan, hasil anotasi beberapa orang yang bersumber dari beberapa karya yang dibukukan, saat ini tengah dijadikan sebagai sumber untuk mempelajari budaya tentang Gorontalo, Rabu (29/12/2021).

 

Seperti yang dikatakan oleh Rustam Tilome dari Pusat Informasi Sejarah dan Budaya Gorontalo, bahwa ketika membaca Buku Gorontalo An Annotated Bibliography tersebut, sama halnya seperti membaca sekitar 200 lebih karakter orang-orang atau penulisnya, belum lagi bagian isinya. 

 

"Oleh karena itu, ke depan generasi kita tetap harus banyak menulis. Sebab, ini merupakan kelemahan kita di bidang literasi. Banyak hanya kata-kata tujai atau segala macam. Karena itu hanya sekadar dan disampaikan, tapi tidak ditulis," kata Rustam Tilome, usai kegiatan Obrolan Karya 2021 Buku Gorontalo An Annotated Bibliography.

 

Rustam menegaskan, ke depan diharapkan lebih banyak lagi yang menulis buku-buku seperti Gorontalo An Annotated Bibliography. Terlebih kata dia, tidak terkhusus untuk penulis yang sudah handal, tetapi diperuntukkan bagi siapa saja yang memiliki kemampuan di bidang tersebut.

 

Di tempat yang sama, Kepala Jurusan (Kajur) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Gorontalo Dr. Candra Cuga, S.Pd., M.Pd membeberkan, kegiatan obrolan buku tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kerjasama kolaboratif antara beberapa lembaga yang ada. 

 

"Di antaranya ada Jurusan PGSD FIP UNG, Pusat Informasi Sejarah dan Budaya Gorontalo, PSD H.B Jassin, Pusat Penelitian, Publikasi dan Penerbitan (P3D) yang ada di jurusan kami, dan juga termasuk dalam kegiatan ini ada Gorontalopost. Jadi, memang ada beberapa yang ikut andil dalam kegiatan ini," beber Dr. Candra Cuga, S.Pd., M.Pd.

 

Dr. Candra Cuga juga menambahkan, dirinya tidak mengklaim bahwa penulis dalam Buku Gorontalo An Annotated Bibliography tidak sepenuhnya di buat dan ditulis oleh mahasiswa maupun dosen dari Jurusan PGSD FIP UNG.

 

"Ini lebih merujuk ke akademisi maupun warga Universitas Negeri Gorontalo. Jadi, relatif banyak memang penulisnya. Ada dosen, alumni, dan juga mahasiswa di masa itu, masih aktif dan juga ikut terlibat dalam anotasi bibliografi. Juga ada teman-teman dosen dari Jurusan Sejarah, Sosiologi, bahkan ada juga tadi dari IAIN Sultan Amai Gorontalo," tambahnya.

 

Di Jurusan PGSD FIP UNG ucap Dr. Candra, juga selalu mendorong agar tradisi ilmu pengetahuan, terutama terkait kesejarahan, kebudayaan, selalu terus dikembangkan. Bukan hanya dalam kegiatan perkuliahan, tetapi juga dalam beberapa riset yang membantu mendorong mahasiswa untuk terus belajar.

 

Terakhir, Kajur PGSD berharap, nantinya akan ada kerja-kerja kolektif antara pemerintah dan perguruan tinggi, termasuk komunitas-komunitas yang ada, sehingga lebih masif lagi dalam mengembangkan kebudayaan yang ada di Gorontalo. (Nurhidayanti/PGSD).

 

 

 

 

Agenda

12 Juli 2021

Yudisium Sarjana PGSD

Yudisium Sarjana Periode 2021 Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo,

9 Juni 2021

Webinar Pendidikan Mahasiswa PGSD Kelas 6E

Mahasiswa PGSD menggelar seminar pendidikan dengan mengusung TEMA : Transformasi Pembelajaran yang Efektif dan Efisien Serta Penguatan Pendidikan Karakter di Masa Pandemi Covid 19

26 April 2021

Rapat Terbatas Pembentukan PKPD dan P3D PGSD FIP UNG

Agenda Rapat Terbatas Membahas Program Strategik

16 Februari 2021

Rapat Terbatas Jurusan

Tindak Lanjut Evaluasi program Pasca Akreditasi Jurusan PGSD